Jumat, 18 Maret 2011

TENTANG CEMBURU

Gue iseng dan penasaran aja cari tentang cemburu dan gue pikir sekaligus aja gue
posting. Lo semua pasti pada pernah ngerasain cemburu dan dicemburuin kan, nah sekarang lo semua baca aja posting ini biar tau asal dan gimana caranya buat ngehilanginnya okeeee :D         



Sifat cemburu ini adalah naluri manusia yang sememangnya amat sukar dibendung.Ramai yang beranggapan bahwa orang perempuan kuat cemburu. Sebenarnya dalam soal ini,lelaki atau wanita, sifat cemburu ini ada pada setiap manusia.Cuma kamu perlu bijak dalam mengawal perasaan cemburu.Jadi fikir-fikirkanlah yang mana baik dan yang mana buruk.
Cemburu juga dapat diartikan berpindahnya rasa kasih sayang ke orang lain atau ke suatu benda yang membuat Anda merasa dinomor-duakan bahkan mungkin dianggap tak ada.Jika ada orang yang belum pernah merasakan cemburu berarti ia belum pernah merasakan arti kata cinta. Ia belum pernah merasakan cinta karena ia belum pernah memperhatikan orang lain.
Rasa cemburu itu juga bisa dikatakan sebuah emosi negatif yang timbul karena rasa tidak percaya pada pasangan.Ketidakpercayaan tersebut membuat rasa tidak aman pada diri,lalu muncul rasa cemburu.Terkadang saat cemburu Anda bisa mengendalikannya,tapi kadangkala tidak.

Alasan pasangan Anda cemburu,mungkin saja karena pengalaman masa lalu.Dimana ia kurang diperhatikan atau bahkan ditinggalkan orang-tuanya.Dan bisa juga karena ia pernah ditipu oleh mantan kekasih atau sahabat dekatnya.

Nah,Cemburu Tanda Sayang Tapi Jangan Berlebihan

Dalam sebuah perhubungan,tidak salah jika ada perasaan marah atau cemburu karena ia sudah adat cuma jangan berlebihan.
Emosi marah tidak harus menguasai diri karena ia hanya akan mendatangkan keretakan dalam hubungan.
Mengikut kajian pakar,hampir 80 peratus keretakan dalam perhubungan berpuncak apabila perasaan marah dijadikan perasaan utama.Ini berlaku apabila setiap kali wujud krisis dalam hubungan,setiap pasangan akan mula berfikir untuk memutuskan hubungan dan mencari pengganti yang mungkin lebih memahami perasaan diri yang sebenarnya.
Kadangkala masalah kecil diperbesarkan sedangkan masalah itu boleh diselesaikan dengan berbincang antara satu sama lain.Tetapi apabila perasaan marah sudah menguasai diri dan hubungan berakhir, lazimnya ia berlaku dengan alasan tiada jodoh dan sefahaman.
Memang benar jodoh itu di tangan Tuhan tetapi kita berhak berusaha agar jodoh kekal bersama orang tersayang.
Tetapi jangan hanya sebelah pihak saja berusaha.Usaha mesti dilakukan kedua-dua pihak untuk mendapatkan hasil lebih memuaskan.
Satu lagi perasaan yang perlu diatasi adalah cemburu.Tidak salah untuk rasa cemburu tetapi biarlah berpada-pada.Memang benar cemburu tandanya sayang tetapi jangan melampaui batas.
Tidakkah rasa sia-sia hubungan yang dijalin sekian lama terputus begitu saja hanya disebabkan cemburu pada pasangan?
Ramai yang memperkatakan soal cemburu malah berbagai cara untuk mengekang perasaan cemburu daripada terus menyelubungi hidup.
Terdapat dua langkah yang boleh diambil untuk mengelakkan perasaan cemburu mengawal hidup kita yaitu ”jujur dan setia”.
Memang ada perkara yang tidak memungkinkan kita berterus terang tapi bagi mengelakkan pasangan memikirkan perkara yang bukan-bukan,lebih baik jujur dan berterus terang dengan pasangan bagi mengelakkan perselisihan faham berterusan.
Jika jujur pada pasangan, sudah pasti dia akan menaruh kepercayaan dan mengekalkan perhubungan itu hingga ke akhir hayat.
Kesetiaan juga memainkan peranan penting karena jika kita sayangkan pasangan,sudah pasti kita juga akan setia padanya.
Jika sayangkan seseorang, sudah pasti kita tahu siapa yang ada di hati. Jadi, apabila sentiasa mengingati pasangan, amat mudah untuk kita mengelakkan diri daripada berlaku curang pada pasangan.
Cinta terasa indah apabila ke mana saja kita pergi,si dia sedia menemani tetapi terasa pahit apabila kita ternampak pasangan berjalan berdua-duaan bersama insan lain.
Apapun,jangan biarkan marah dan cemburu terlalu menguasai diri. Berikut sedikit panduan untuk membantu kita menjauhi rasa marah dan cemburu, sekaligus mengekalkan keindahan hubungan bersama si dia:
* Jangan sesekali memungkiri janji.
* Sentiasa jujur kepada si dia karena wanita atau lelaki memang benci apabila ditipu.
* Beritahu si dia mengenai sesuatu perkara dengan tepat.
* Jika si dia dalam keadaan bermasalah, sentiasa menggembirakannya.
* Andai anda jujur, si dia akan setia kepada anda.

Tanda-tanda Cemburu

1.Dia menelefon beberapa kali sehari dan marah apabila kamu tiada.

2. Dia menelefon kamu semasa kamu sedang sibuk dan tetap mendesak mahu bercakap dengan kamu
3. Dia menuduh sesuka hati bahwa kamu telah keluar dengan lelaki/wanita lain.
4. Dia selalu mengintip dan coba mencari peluang untuk mencari kesalahan kamu.
5. Dia mengugut membunuh diri jika kamu meninggalkannya.
6. Dia hanya mau kamu sentiasa bersamanya dan marah walaupun kamu keluar dengan kawan-kawan     lelaki/wanita yang lain.
7. Dia tidak suka pergi ke majelis sosial kerena bimbang lelaki/wanita lain tertarik kepada kamu.
8. Dia menyoal seperti seorang polis ke mana kita pergi dan dengan siapa.
9. Dia bermasam muka jika kamu kerja lebih masa.
10. Dia tidak peduli dengan penjelasan kamu.
Ini juga ada Tips Mengawal Keadaan Pasangan Yang Cemburu

1. Jika pasangan kamu mula menunjukkan rasa cemburu, jangan terbawa-bawa dengan sifatnya itu. Mungkin kamu tidak perlu menjawab setiap soalannya. Lebih baik berdiam diri saja daripada terus menyemarakkan kemarahannya.
2. Terima hakikat bahwa dia tidak berniat untuk melukai hati kamu. Mungkin ini sifat semula jadinya dan jangan ambil hati.
3. Coba sedaya upaya kamu untuk membina keyakinan diri. Puji dia jika perlu. Minta nasihatnya dan salurkan rasa cinta kamu.
4. Jangan berfoya-foya dengan wanita/lelaki lain. Ini hanya membuatkan situasi lebih sukar. Apa yang dia perlukan adalah sokongan yang berterusan.
5. Berbincang dengan pasangan tentang perasaan cemburunya.
6. Jangan mengkomentari setiap kekhawatirannya dengan emosi tapi Anda harus tetap tenang.

7. Berikan waktu yang lebih untuk pasangan Anda supaya ia bisa tenang pula dan dapat berpikiran secara logis.

8. Berikan jaminan kepada pasangan Anda bahwa Anda berkomitmen sungguh-sungguh.

Kalo diperhatikan lebih dalam lagi maka dibelakang rasa cemburu adalah rasa takut. Coba identifikasikan rasa ketakutan pasangan Anda. Apa sebabnya kemudian diskusikan dengan pasangan Anda. Setelah di diskusikan maka akan ada dua kemungkinan kondisi yang terjadi:

1. Pasangan Anda atau Anda sendiri menyadari bahwa apa yang sedang terjadi dapat membawa dampak buruk dan berkeinginan untuk mengubahnya.

2. Salah satu dari pasangan telah menyadari namun ada 1 pihak yang tidak ingin mengubahnya.Maka Anda harus mendiskusikan bagaimana hubungan Anda selanjutnya.

Untuk menjalin hubungan sukses Anda dan pasangan harus bisa menyisihkan waktu untuk saling berbicara, mendengarkan perasaan pasangan Anda dan mengekspresikan keinginan masing-masing tanpa rasa takut.

Atasi Sifat Cemburu

1.       Hormati perasaan pasangan kamu. Dia juga mempunyai hak untuk menilai kecantikan wanita/lelaki lain.

2. Bagi diri sendiri masa mengatasinya. Jika kita memang seorang yang cemburu,berharap kamu boleh berubah dalam masa yang singkat.
3. Tuliskan apa perasaan kamu apabila kamu merasa cemburu. Marah? Tidak tentu arah? Menangis? Geram? Rasa malu? Adakah kamu ingin meneruskan hidup kamu dengan cara ini? Jika jawabannya tidak, maka berubahlah segera.
4. Coba fikirkan bagaimana cemburu kamu meledak. Adakah adil kamu menyisihkan si dia daripada orang lain? Bukannya sesuatu yang terluka andainya dia senyum dengan orang lain.
5. Bina keyakinan diri. Kita mungkin rasa tidak selamat jika bergantung kepada si dia. Luaskan persahabatan dengan orang lain.
Kesan Positif Cemburu

1. Mengelakkan si dia curang kepada kamu
2. Sentiasa menghormati kamu dan tidak pandang pada orang lain apabila bersama kamu.
3. Sentiasa menjaga hati kamu
4. Segala pergerakannya di bawah kawalan kamu
Kesan Negatif Cemburu

1. Si dia akan cepat bosan bersama kamu
2. Percintaan kamu hambar karena kamu langsung tidak ada temen lain
3. Selalu berlaku pertengkaran karena sifat curiga yang terlampau
4. Pergerakan sentiasa diawasi seperti orang bersalah.
Nah sampai sini aja yaaaa,semoga bermanfaat dan bisa nambah pengetahuan buat lo semua yaa :D :D

Selasa, 15 Maret 2011

Manusia dan Kebudayaan
1 Manusia Sebagai Pencipta Dan Pengguna Kebudayaan
Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini.  Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku.            Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan  manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya.
Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Hasil karya manusia  menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai
1.      Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya
2.      Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
3.      Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4.      Pembeda manusia dan binatang
5.      Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.
6.      Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.
7.      Sebagai modal dasar pembangunan.
2 Pengaruh Budaya Terhadap Lingkungan
Budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang. Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak dari luar. Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap lingkungan seseorang dapat mengetahui, mengapa suatulingkungan tertentu akan berbeda dengan lingkungan lainnya dan mengasilkan kebudayaan yang berbeda pula.
Beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungan:
  1. Phisical Environment yaitu lingkungan fisik menunjuk kepada lingkungan natural seperti flora, fauna, iklim dan sebagainya.
  2. Cultural Social Environment, meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses sosialisanya seperti : norma-norma, adat istiadat dan nilai-nilai.
  3. Environmental Orientation and Representation, mengacu pada persepsi dan kepercayaan kognitif yang berbeda-beda pada setiap masyarakat mengenai lingkungannya.
  4. Environmental Behaviordan and Process, meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungan dalam hubungan sosial.
  5. Out Carries Produc, Meliputi hasil tindakan manusia seperti membangun rumah, komunitas dan sebagainya.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan dalam lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku, norma, nilai dan aspek kehidupan lainnya yang menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya.
3 Proses Dan Perkembangan Kebudayaan
Kebudayaan adalah hasil cipta, karsa dan rasa manusia oleh karenanya kebudayaan mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dengan perkembangan manusia itu. Perkembangan tersebut dimaksudkan untuk kepentingan manusia itu sendiri, karena kebudayaan diciptakan oleh dan untuk manusia.
Kebudayaan yang dimiliki suatu kelompok sosial tidak akan terhindar dari pengaruh kebudayaan kelompok-kelompok lain dengan adanya kontak-kontak antar kelompok atau melaui proses difusi. Suatu kelompok sosial akan mengadopsi suatu kebudayaan tertentu bilamana kebudayaan tersebut berguna untuk mengatasi atau memenuhi tuntunan yang dihadapinya.
Pengadopsian suatu kebudayaan tidak terlepas dari pengaruh faktor-faktor lingkungan fisik. Misalnya iklim topografi sumber daya alam dan sejenisnya. Dari waktu ke waktu, kebudayaan berkembang seiring dengan majunya teknologi (dalamhal ini adalah sistem telekomunikasi) yang sangat berperan dalam kehiduapan setiap manusia.
Perkembangan zaman mendorong terjadinya perubahan-perubahan disegala bidang, termasuk dalam kebudayaan. Mau tidak mau kebudayaan yang dianut suatu kelompok sosial akan bergeser. Suatu kelompok dalam kelompok sosialbisa saja menginginkan adanya perubahan dalam kebudayaan yang mereka anut, dengan alasan sudah tidak sesuai lagi dengan zaman yang mereka hadapi saat ini. Namun, perubahan kebudayaan ini kadang kala disalah artikan menjadi suatu penyimpangan kebudayaan.
Hal yang terpenting dalam proses pengembangan kebudayaan adalah dengan adanya kontrol atau kendali terhadap prilaku reguler (yang tampak) yang ditampilkan oleh para penganut kebudayaan. Karena tidak jarang perilaku yang ditampilkan sengat bertolak belakang dengan budaya yang dianut didalam kelompok sosial yang ada di masyarakat. Sekali lagi yang diperlukan adalah kontrol / kendali sosial yang ada di masyarakat sehingga dapat memilah-milah mana kebudayaan yang sesuai dan mana yang tidak sesuai.
4 Problematika Kebudayaan
Seiring dengan perkembangannya, kebudayaan juga mengalami beberapa problematika atau masalah masalah yang cukup jelas yaitu :
  1. Hambatan budaya yang ada kaitannya dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan.
  2. Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan sudut pandang atau persepsi.
  3. hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan.
  4. Masyarakat terpencil atau terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat lainnya.
  5. Sikap Tradisionalisme yang berprasangaka buruk terhadap hal-hal yang baru
  6. Mengagung-agungkan kebudayaan suku bangsanya sendiri dan melecehkan budaya suku bangsa lainnya atau lebih dikenal dengan paham Etnosentrisme.
  7. Perkembangan Iptek sebagai hasil dari kebudayaan.
5 Perubahan Kebudayaan
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa kebudayaan mengalami perkembangan (dinamis) sesuai dengan perkembangan manusia itu sendiri, oleh sebab itu tidak ada kebudayaan yang bersifat statis. Dengan demikian, kebudayaan akan mengalami perubahan. Adalima penyebab terjadi perubahan kebudayaan yaitu:
  1. Perubahan lingkungan alam
  2. Perubahan yang disebabkan adanya kontak dengan kelompok lain
  3. Perubahan karena adanya penemuan (discovery)
  4. Perubahan yang terjadi karena suatu masyarakat atau bangsa mengadopsi beberapa elemen kebudayaan material yang telah dikembangkan oleh bangsa lain ditempat lain.
  5. Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa memodifikasi cara hidupnya dengan mengadopsisuatu pengetahuan atau kepercayaan baru atau karena perubahan dalam pandangan hidup dan konsepsinya tentang realitas.
Namun, perubahan kebudayaan sebagai hasil cipta, karsa dan rasa manusia adalah tentu saja perubahan yang memberi nilai manfaat bagi manusia dan kemanusian, bukan sebaliknya yaitu yang akan memusnakan manusia sebagai pencipta kebudayaan tersebut.

Manusia dan Keadilan 

Dalam hidup dan kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya, melakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan atau kejujuran. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalu dihadapkan dengan masalah-masalah dan kendala yang dihadapinya tersebut yang dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.
Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat menghasilkan kreativitas dan seni tingkat tinggi. Dimana seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Dengan cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apapun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.
Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.
Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hokum.
Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.
Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;
1. Faktor ekonomi, yaitu Setiap manusiaa berhak hidup layak dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semua tanpa melihat orang lain disekelilingnya.
2. Faktor Peradaban dan Kebudayaan,yaitu sangat mempengaruhi dari sikap dan mentalitas individu yang terdapat didalamnya meski terkadang hal ini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hampir pada setiapindividu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.
3. Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikap adil, kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lian kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.
4. Dan lain sebagainya.
Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.

Kamis, 24 Februari 2011

Laptop-Laptop Jaman Dulu

1.September tahun 1975 IBM Portable PC 5100




       
          Model 5100 adalah pertama dari IBM microcomputer, yaitu tidak Mainframe,dan juga dianggap pertama di dunia komputer portabel. Meskipun beratnya 55 pounds, mungkin terbaik digambarkan sebagai “serbalengkap” yang terdapat pada “portable” saat itu.





          Terdapat sedikit sekali komputer lain yang tersedia pada saat itu, danbahkan tidak ada yang dekat dengan kemampuan dari 5100. Ia adalah sistemyang sangat lengkap – dengan built-in monitor, keyboard, dan penyimpanandata. 5100 juga sangat mahal – sampai US $ 20.000 atau seharga RP 214,000 pada saat itu . 5100 yang dirancang khusus untuk profesional dan ilmiahmasalah-solvers, bukan bisnis atau pengguna hobbyists.

2.Tahun 1977 Rockwell AIM 65

Untuk biaya rendah prototip atau rendah sampai medium volume produksi,Rockwell menawarkan diperpanjang keluarga tingkat papan “blue collar”produk, mudah-desain dan diterapkan.





          The AIM 65 (Tingkat lanjut berbasis R6500 Interaktif Microcomputer) adalahdi bawah $ 500 microcomputer, lengkap dengan keyboard, layar dan hard copy printer. Memiliki pilihan yang luas, banyak antarmuka dan perluasankemampuan.AIM 65 yang juga merupakan pengembangan sistem mini dengan harga yang paling evaluasi boards. Selain membuka papan biru-coller versi, AIM 65 yangtersedia di dalam kardus, lengkap dengan listrik, untuk digunakan sebagaiatas meja komputer.Apapun aplikasi Anda, alat untuk belajar, sistem evaluasi, atau industriController, sebuah blue-collar AIM 65 merupakan solusi ekonomis

3. Februari tahun 1978 IBM Portable PC 5110

IBM 5110 komputer ia adalah ‘bisnis versi’ yang asli IBM 5100 dari 3 tahun sebelumnya, yang dirancang terutama untuk mathematicians and engineers.









          Sedangkan 5100 hanya tape drive untuk penyimpanan data dan aplikasi yangbaru 5110 yang baru sekarang mendukung IBM 5114 dual eksternal 8-inch floppy drive yang tidak hanya lebih cepat, tetapi masih banyak lagi memegang data

.



          Fitur-fitur baru dan bisnis yang berhubungan dengan perangkat lunakmenjadikan 5110 lebih bermanfaat dan menarik bagi usaha elite.

4.Tahun 1979 Heathkit H89

Mengikuti keberhasilan mereka Heathkit H8 dari komputer 1977, Heathkit yang dirilis Heathkit H89 “all-in-one” komputer pada akhir 1979.






          Sistem ini tersedia baik sebagai sebuah kit yang akan dikumpulkan olehpembeli (model H89), atau sebagai dikumpulkan dan diuji sistem (model WH89), walaupun WH89 biaya $ 700 lebih.









          Yang kedua adalah H89-tujuan umum terminal dan berkualitas tinggi komputer, terpisah dengan prosesor Z80 dan circuity untuk setiap fungsi.

5. April tahun 1981 Osborne 1

Dirilis pada tahun 1981 oleh Osborne Computer Corporation, Osborne 1 yang dianggap sebagai yang pertama benar portabel komputer – ia menutup-up untuk perlindungan, dan telah melakukan yang menangani. Bahkan memiliki pilihan paket baterai, sehingga tidak perlu terhubungkan pada outlet 110VAC untuk daya.





          Sementara cukup revolusioner, Osborne yang tidak memiliki keterbatasan.Misalnya, layar hanya 5 “(diagonal) dalam ukuran, dan tidak dapatmenampilkan lebih dari 52 karakter per baris teks.





          Untuk kompensasi, sebenarnya Anda dapat menggulir tampilan layar bolak-balik dengan tombol kursor untuk menampilkan baris teks hingga 128 karakter lebar.

http://www.animabon.com/2010/12/laptop-laptop-jaman-dulu/

Rabu, 23 Februari 2011

Pengolahan Data Sebelum Komputer

          Untuk merekam dan mengkomunikasikan data dan informasi, penghuni gua pra-sejarah melukis gambar pada dinding gua, dan orang Mesir Kuno menulis pada kertas kasar yang disebut papyrus. Sekitar 3.000 tahun SM, orang Sumeria membuat perkakas untuk menyajikan angka-angka yang terdiri dari suatu kotak berisikan batu-batu. Sekitar 2.000 tahun kemudian, pada 1.000 tahun SM, orang Cina mengambil ide tersebut, dengan menguntai atau menjalin batu-batu dengan tali pada rangka bambu. Alat tersebut dinamakan baccus atau abacus yang artinya kotak.

Evolusi Komputer

           Komputer elektronik ukuran besar pertama adalah Electronic Numerical Integrator dan Computer (ENIAC), mulai dioperasikan pada tahun 1946. Komputer ini menggunakan sekitar 18.000 tabung hampa ukuran bola lampu untuk mengontrol arus listrik. ENIAC dengan berat sekitar 30 ton dan menempati luas lantai sekitar 1.500 meter persegi, merupakan mesin raksasa untuk ukuran sekarang. Mesin ini mampu melakukan kalkulasi ilmiah termasuk perkalian empat angka dalam 9 milliseconds (9/1.000 dalam satu detik). Sejak itu, teknologi yang digunakan dalam merancang dan memproduksi komputer telah berkembang dengan pesat.

           Sejak kehadiran ENIAC, komputer telah dikembangkan ke tiga arah: ukuran lebih kecil, lebih handal, dan lebih murah. Istilah generasi komputer telah digunakan untuk membedakan jenis-jenis komputer untuk membantu mengidentifikasi perkembangan utama teknologi perangkat keras dan perangkat lunak. Hingga saat ini teknologi komputer telah berevolusi melalui empat generasi.

Generasi Pertama (1944-1958)

           Pada komputer generasi awal, kebanyakan media masukan dan keluarannya adalah kartu berlubang (punched cards) dan pita magnetik (magnetic tape). Memori utama pada umumnya terbuat dari ratusan tabung hampa. Komputer generasi pertama ini tidak handal karena tabung hampa yang digunakan sering mengalami kegagalan. Disamping itu, komputer generasi pertama juga sangat lambat dibandingkan dengan komputer mikro, menghasilkan panas yang tinggi, dan ukurannya sangat besar. Komputer tersebut hanya mampu menjalankan satu program pada saat yang bersamaan. Contoh komputer generasi pertama adalah ENIAC dan UNIVAC I (UNIversal Automatic Computer) yang telah digunakan oleh Biro Sensus Amerika Serikat dari tahun 1951-1963. Perangkat lunak ditulis dengan menggunakan machine language atau assembly language. Bahasa mesin berisikan instruksi-instruksi yang terdiri dari kombinasi sejumlah 1an dan 0an. Bahasa ini sangat tidak praktis dan susah untuk digunakan. Pada tahun 1950an assembly language menjadi bahasa pemrograman yang dipilih karena programmer dapat menulis instruksi dalam bentuk shorthand, yang kemudian dikonversi (compiled) ke dalam bahasa mesin.

Generasi Kedua (1959-1963)

           Pada awal tahun 1960an, transistor dan beberapa peralatan solid-state yang lebih kecil dari tabung hampa telah banyak digunakan untuk sirkit komputer. Transistor adalah switch atau sakelar elektronik yang secara bergantian memperkenankan dan tidak memperkenankan sinyal elektronik berlalu. Magnetic cores, logam sangat kecil dihubungkan dengan kabel untuk mengangkut arus listrik, merupakan komponen yang paling banyak digunakan untuk memori utama. Disk magnetik, tumpukan piringan yang dihubungkan oleh kumparan dan dapat dipindah-pindahkan (removeable) telah diperkenalkan sebagai peralatan penyimpanan.

Generasi Ketiga (1964-1970)

           Pada periode ketiga, integrated circuit (IC), suatu sirkit elektronik yang komplit yang memadukan transistor dan komponen elektronik lainnya pada chip silicon yang kecil, menggantikan sirkit transistor tradisional. Penggunaan disk magnetik untuk penyimpanan data semakin meluas, dan kemampuan komputer semakin meningkat misalnya mampu mendukung multiprogramming (pemrosesan beberapa program secara silmultan) dan timesharing (penggunaan komputer oleh beberapa orang secara simultan).

Generasi Keempat (1971-Sekarang)

           Sirkit large-scale integrated (LSI) dan very-large-scale integrated (VLSI) telah dikembangkan, yang berisikan ratusan hingga jutaan transistor pada chip yang sangat kecil. Pada tahun 1971, Ted Hoff dari sebuah perusahaan Silicon Valley yang bernama Intel, mengembangkan microprocessor, yang mempaketkan CPU yang komplit dengan memory, logic, dan control circuit pada sebuah chip tunggal. Teknologi microprocessor dan sirkit VLSI telah mendorong kecenderungan untuk membuat komputer dengan ukuran yang semakin kecil. Sejak itu, kapasitas memori utama komputer meningkat, yang berpengaruhi langsung pada jenis perangkat lunak yang dapat digunakan.

http://forum.detiksurabaya.com/showthread.php?t=18434

Sabtu, 08 Januari 2011

Artikel Tentang Hubungan Masyarakat Desa dan Kota dengan IPTEK dan Kemiskinan di Lingkungan Sekitar


Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan

  • Pengertian Masyarakat
Dalam arti luas masyarakat adalah keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya.

Masyarakat harus mempunyai syarat-syarat berikut :
  1. Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang
  2. Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama disuatu daerah tertentu
  3. Adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju pada kepentingan dan tujuan bersama.
  • MASYARAKAT PERKOTAAN
Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
  1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
  2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu
  3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
  4. Kemungkinan-kemungkinan  untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa
  5. Interaksi yang terjal lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi
  6. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu
  7. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.
  • Perbedaan desa dan kota
  1. Jumlah dan kepadatan penduduk
  2. Lingkungan hidup
  3. Mata pencaharian
  4. Corak kehidupan sosial
  5. Stratifikasi sosial
  6. Mobilitas sosial
  7. Pola interaksi sosial
  8. Solidaritas sosial
  9. Kedudukan dalam hierarki administrasi nasional

Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan sperti beras, sayur mayor, daging, ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota misalnya saja buruh bangunan dalam proyek-proyek perumahan, proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan. Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yagn juga diperlukan oleh orang desa seperti bahan-bahan pakaian, alat dan obat pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat-obatan untuk memelihara kesehatan dan transportasi. Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola-pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik. Kesemuanya akan tercermin dalam komponen-komponen yang membentuk stuktur kota tersebut. Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :
  1. Wisma
  2. Karya  
  3. Marga
  4. Suka
  5. Penyempurna

Kota secara internal pada hakekatnya merupakan suatu organisme, yakni kesatuan integral dari tiga komponen meliputi penduduk, kegiatan usaha dan wadah. Ketiganya saling terkait, pengaruh mempengaruhi, oleh karenanya suatu pengembangan yang tidak seimbang antara ketiganya, akan menimbulkan kondisi kota yang tidak positif.
            Di pihak lain kota mempunya juga peranan/fungsi eksternal, yakni seberapa jauh fungsi dan peranan kota tersebut dalam kerangka wilayah atau daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya, baik dalam skala regional maupun nasional.

  • Masyarakat Pedesaan
Yang dimaksud dengan desa  menurut Sukardjo Kartohadi adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri. Menurut Bintaro desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan cultural yang terdapat disuatu daerah dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain.. Menurut paul H.Landis : desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa dengan ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa
  2. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukuan terhadap kebiasaan
  3. Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam sekitar.
Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain :
  1. Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
  2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
  3. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
  4. Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal  mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya

Didalam masyarakat pedesaan kita mengenal berbagai macam gejala, khususnya tentang perbedaan pendapat atau paham yang sebenarnya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan –ketegangan sosial. Gejala-gejala sosial yang sering diistilahkan dengan :
  1. Konflik
  2. Kontraversi
  3. Kompetisi
  4. Kegiatan pada masyarakat pedesaan
Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan

  • Ilmu Pengetahuan

“ Ilmu pengetahuan” lazim digunakan  dalam pengertian sehari-hari, terdiri dari dua kata, “ ilmu “ dan “ pengetahuan “, yang masing-masing punya identities sendiri-sendiri. Dari berbagai macam pandangan tentang pengetahuan diperoleh  sumber-sumber pengetahuan berupa ide, kenyataan, kegiatan akal-budi,  pengalaman, sintesis budi, atau meragukan karena tak adanya sarana untuk mencapai pengetahuan yang pasti. Menata Iptek bagi pembangunan masa depan bangsa adalah upaya mendayagunakan iptek untuk menata peradaban dan kesejahteraan bangsa di masa depan. Perubahan-perubahan peradaban bangsa yang kita lihat dan kita rasakan saat ini maupun di masa depan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan, riset dan teknologi di dunia. Masa lalu akhirnya hanya menjadi jejak ilmu pengetahuan dan teknologi, masa depan menjadi harapan dan sasaran cita-cita meningkatkan kesejahteraan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk itu, setiap langkah-langkah kenegaraan itu ditata dalam dan berdasarkan peraturan pemerintah dan undang-undang. Di dalam Undang-undang pada umumnya dimuat visi besar bangsa. Visi bangsa ini sangat penting, karena tanpa visi, negara menjadi tanpa arah.
Untuk membuktikan pengetahuan itu benar, perlu berpangkal pada teori kebenaran pengetahuan :
1.    Pengetahuan dianggap benar apabila dalil (proposisi) itu mempunyai hubungan dengan dalil (proposisi) yang terdahulu
2.    Pengetahuan dianggap benar apabila ada kesesuaian dengan kenyataan
3.    Pengetahuan dianggap benar apabila mempunyai konsekwensi praktis dalam diri yang mempunyai pengeahuan itu.
Ilmu pengetahuan pada dasarnya memiliki tiga komponen penyangga tubuh pengetahuan yang disusunnya yaitu ; ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Epistemologis hanyalah merupakan cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi tubuh ilmu pengetahuan. Ontologis dapat diartikan hakekat apa yang dikaji oleh pengetahuan. Komponen aksiologis adalah asas menggunakan ilmu pengetahuan atau fungsi dari ilmu pengetahuan.
Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dan tindakan. Dimulai dengan pengamatan, yaitu suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi, kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berpikir analitis, sistesis, induktif dan deduktif. Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan pengingkaran.
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah, yang meliputi empat hal yaitu :
1.    Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif
2.    Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada
3.    Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dam budi yang digunakan untuk mencapai ilmu
4.    Merasa pasti bahwa setiap  pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.

  • Teknologi
            Dalam konsep yang pragmatis dengan kemungkinan berlaku secara akademis dapatlah dikatakan bahwa pengetahuan (body of knowledge), dan teknologi sebagai suatu seni (state of arts ) yang mengandung pengetian berhubungan dengan proses produksi; menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan ketrampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi. Teknologi memperlihatkan fenomenanya alam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis.
Teknologi yang berkembang dengan pesat meliputi berbagai bidang kehidupan manusia. Luasnya bidang teknik digambarkan sebagaia berikut :
1.    Teknik meluputi bidang ekonomi,
2.    Teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi, pemerintahan, manajemen, hukum dan militer.
3.Teknik meliputi bidang manusiawi.

Alvin Tofler (1970) mengumpamakan teknologi itu sebagai mesin yang besar atau sebuah akselarator (alat pemercepat) yang dahsyat, dan ilmu pengetahuan sebagai bahan bakarnya.

Kemiskinan
Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal :
1.    Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan
2.    Posisi  manusia dalam lingkungan sekitar
3.    Kebutuhan objectif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi
Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, adat istiadat, dansistem nilai yang dimiliki.

  • Memahami kemiskinan
Hidup miskin berarti kekurangan sumber daya yang dibutuhkan untuk berpartisipasi secara signifikan dalam sebuah masyarakat. Sumber kemiskinan bisa sangat dinamis. Sebagai gejala kerentanan ekonomi (economic insecurity), kemiskinan dapat timbul dari (a) risiko-risiko akibat guncangan ekonomi seperti naiknya harga-harga, penyakit, kecelakaan, dan bencana alam; (b) kemampuan warga atau kelompok warga yang terbatas untuk memulihkan diri sesudah guncangan ekonomi (Guy Standing, 2007). Oleh karena itu, program pengentasan kemiskinan pun seharusnya dinamis, sesuai dengan penyebab timbulnya kemiskinan tersebut. Dalam hal ini, cukup relevan jika dikatakan bahwa kemiskinan, selain dapat merupakan pengalaman yang bersifat sementara dan kronis, dapat pula menjadi takdir hidup yang bersifat permanen bagi seseorang.
  • Upaya Pengentasan Kemiskinan
Untuk kemiskinan yang sifatnya sementara, program pengentasannya dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebelum dan sesudah kemiskinan itu terjadi. Pendekatan yang kedua, yaitu upaya rehabilitasi atau penyembuhan masyarakat dari kemiskinan, merupakan pendekatan yang populer dilakukan di Indonesia. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari sumbangan-sumbangan, bantuan sosial, program jaminan sosial, dan sebagainya. Pendekatan yang pertama dapat dilakukan dengan mengembangkan kebijakan yang pro masyarakat miskin, misalnya dalam penentuan pajak dan anggaran belanja sosial. Faktanya, kekayaan yang dapat dimiliki seseorang, baik berupa materi, status sosial, maupun potensi internal pribadinya, seperti kesehatan dan talenta, tidak tersebar secara merata dalam kehidupan masyarakat. Adalah tanggung jawab pemerintah untuk memelihara keseimbangan di dalam kehidupan masyarakat melalui kebijakan-kebijakannya, sehingga kesenjangan sosial tersebut semakin menyempit.
Untuk bentuk kemiskinan yang kedua, karena sifatnya yang permanen dan sering terjadi secara turun temurun, maka pendekatan yang dilakukan tidaklah sama. Orang yang telah terjebak dalam lingkaran kemiskinan yang permanen akan sulit untuk melepaskan diri dari ikatan tersebut karena prospek hidupnya akan relatif inferior dibandingkan lingkungan sosialnya. Efek yang saling memperkuat dari gejala-gejala kemiskinan—pendidikan rendah, kualitas kesehatan yang buruk, dan lingkungan sosial yang tidak ramah—akan terus mengelilinginya, sehingga ia semakin sulit untuk menaikkan kualitas kehidupannya.
Satu-satunya cara yang paling efektif untuk meningkatkan taraf hidupnya ialah melalui pendidikan. Pendidikan di sini bukan hanya sebatas mengikuti program wajib belajar atau menjadi siswa di lembaga-lembaga pendidikan formal, mengingat biaya pendidikan formal yang berkualitas saat ini sangat tinggi, sehingga sulit dicapai oleh masyarakat miskin pada umumnya. Pendidikan di sini diartikan sebagai segala upaya pemberdayaan potensi-potensi yang dimiliki oleh masyarakat, sehingga membuatnya mampu untuk mengatasi persoalan-persoalan hidup, antara lain memenuhi kebutuhan hidup, memperoleh rasa aman, dan berpartisipasi lebih dalam lingkungan sosial. Upaya pemberdayaan tersebut bisa beragam, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi.
            Berdasarkan ukuran ini maka mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.    Tidak memiliki faktor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan. Dll
2.    Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha
3.    Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD
4.    Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas
5.    Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.
Kemiskinan menurut orang lapangan (umum) dapat dikatagorikan kedalam tiga unsur :
1.    Kemiskinan yang disebabkan handicap badaniah ataupun mental seseorang
2.    Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam
3.    Kemiskinan  buatan. Yang  relevan dalam hal ini adalah kemiskinan buatan, buatan manusia terhadap manusia pula yang disebut kemiskinan structural. Itulah kemiskinan yang timbul oleh dan dari struktur-struktur  buatan manusia, baik struktur ekonomi, politik, sosial maupun cultural.

Kemiskinan menjadi suatu kebudayaan atau subkultur, yang mempunya struktur dan way of life yang telah turun temurun melalui jalur keluarga.

  • Kesimpulan Hubungan Antara Masyarakat dengan IPTEK dan Kemiskinan
Ilmu pengetahuan, teknologi dan kemiskinan memiliki kaitan struktur yang jelas. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua hal yang tak terpisahkan dalam peranannya untuk memenuhi kebutuhan insani. Ilmu pengetahuan digunakan untuk mengetahui “apa” sedangkan teknologi mengetahui “bagaimana”. Ilmu pengetahuan sebagai suatu badan pengetahuan sedangkan teknologi sebagai seni yang berhubungan dengan proses produksi, berkaitan dalam suatu sistem yang saling berinteraksi. Teknologi merupakan penerapan ilmu pengetahuan, sementara teknologi mengandung ilmu pengetahuan di dalamnya.
ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penerapannya, keduanya menghasilkan suatu kehidupan di dunia (satu dunia), yang diantaranya membawa malapetaka yang belum pernah dibayangkan. Oleh karena itu, ketika manusia sudah mampu membedakan ilmu pengetahuan (kebenaran) dengan etika (kebaikan), maka kita tidak dapat netral dan bersikap netral terhadap penyelidikan ilmiah. Sehingga dalam penerapan atau mengambil keputusan terhadap sikap ilmiah dan teknologi, terlebih dahulu mendapat pertimbangan moral dan ajaran agama.
Dalam hal kemiskinan struktural, ternyata adalah buatan manusia terhadap manusia lainnya yang timbul dari akibat dan dari struktur politik, ekonomi, teknologi dan sosial buatan manusia pula. Perubahan teknologi yang cepat mengakibatkan kemiskinan, karena mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang fundamental. Sebab kemiskinan diantaranya disebabkan oleh struktur ekonomi, dalam hal ini pola relasi antara manusia dengan sumber kemakmuran, hasil produksi dan mekanisme pasar. Kesemuanya merupakan sub sistem atau sub struktur dari sistem kemasyarakatan. Termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi.